Ide Rumah Ala Shabby Chic

Ide Rumah Ala Shabby Chic – Walaupun tidak pernah mengenyam pendidikan di bidang interior, kiprahnya di dunia ini patut diacungi jempol. Desainnya yang bergaya shabby chic kerap dilirik oleh kalangan selebriti sampai pejabat.“Semua mimpi kalau diawali dengan bisa tercapai, kok,” ujar perempuan berkerudung bismillah ini dengan semangat. Setidaknya, kalimat itulah yang selalu tertanam di benak Susan Emir saat ia mengawali profesinya ini. Bagaimana mungkin, seseorang yang tidak pernah mengenal dunia desain interior, kini justru menjadikannya sebagai bisnis yang menjanjikan.

Modal nekat Susan dalam mendesain rumah teman suaminya seakan dijadikan sebagai bahan pembuktiannya. Hasil desain pertamanya itupun membuat puas pemiliknya. Dari situlah kemudian banyak orang yang melihat dan meminta Susan untuk mendesain rumahnya. “Dari mulut ke mulut, lama-kelamaan makin banyak tawaran untuk mengerjakan desain interior rumah,” ujar ibu dari tiga anak ini. Uniknya, wanita berkulit putih ini mengaku tidak berlatar belakang pendidikan di bidang desain. Percaya tidak percaya, Susan ternyata merupakan lulusan Sarjana Hukum. Dengan kemampuan desainnya yang terbatas, ia lantas mengasahnya dengan berselancar di dunia maya dan pengamatannya saat traveling ke luar negeri.

MEMUTUSKAN UNTUK RESIGN

Sebelum sukses berprofesi sebagai desainer interior, Susan pun pernah merasakan bekerja sebagai pegawai hampir selama belasan tahun. Tahun 2002, istri Emir Gema Surya ini bekerja di Vinci Energies Group, perusahaan asal Prancis di bidang rancang bangun industri pertambangan dan perminyakan. Karier Susan di perusahaan ini pun terus menanjak hingga akhirnya menduduki posisi penting selama 12 tahun. Tak mau terbuai dengan posisinya tersebut, ia lantas berpikir untuk meninggalkan pekerjaannya sebab menurutnya ‘pegawai’ akan terus menjadi ‘pegawai’. “Mimpi akan terbatas jika saya hanya berstatus pegawai. Karena itu, saya memutuskan untuk menggali bakat desain dan mengejar mimpi setinggitingginya. Nggak mungkin selamanya cuma jadi pegawai,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Tahun ke-11 pun tiba. Susan mencoba peruntungannya mengambil proyek desain rumah pertamanya yang ia dapat dari teman suaminya. Karena ia cukup kerepotan dalam membagi waktu antara menjadi pegawai dan desainer interior, Susan akhirnya memutuskan untuk resign dari kantornya dan fokus berprofesi sebagai desainer interior.

RUMAH SABINE

Setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut, permintaan merenovasi atau mendesain interior rumah semakin bertambah. Proyek-proyek besar pun menghampirinya. Untuk memperjelas posisinya sebagai desainer interior, pada bulan Juni tahun 2014 ia mendirikan sebuah jasa desain interior yang ia beri nama Rumah Sabine. Merek yang ia ambil dari nama anak keduanya ini ternyata membawa berkah. Tak hanya menaungi jasa desain interior, Susan pun mulai ekspansi untuk mendesain berbagai perabot dan dekorasi rumah, seperti sofa, cushion, sarung bantal, sampai gelas, yang semuanya didesain langsung oleh Susan. Tak butuh waktu lama bagi Susan untuk mengenalkan Rumah Sabine ke masyarakat. Dalam hitungan bulan, nama Rumah Sabine langsung populer. Susan memanfaatkan media sosial, seperti instagram, sebagai media promosinya. Susan tak menyangka mendapat respon yang positif dari pengguna media sosial. “Banyak orang yang membeli printilan tersebut melalui instagram,” tutur perempuan kelahiran Sukabumi ini.

SATU SELERA

Sejak awal ia mengukuhkan dirinya sebagai desainer interior, Susan konsisten terhadap gaya rumah yang ia desain, yaitu shabby chic. Karyanya bisa dikenali dari motif bunga dan pemilihan warna yang khas, seperti putih dan warna-warna pastel. Walaupun desainnya terkesan girly, namun banyak sekali peminatnya. Itu bisa dilihat dari banyaknya pejabat dan selebriti, seperti presenter Fenita Ari dan Laudya Chintya Bella yang tertarik memakai jasanya. “Saat ini tidak banyak desainer yang spesialis bergaya shabby chic. Nah, biasanya klien yang datang ke saya itu pasti yang satu selera sama saya, yaitu yang suka shabby chic juga,” ucap Susan yang mengaku sedang merampungkan proyek desain di Solo ini.

Baru dua tahun berjalan, kini Susan telah memiliki sebuah workshop di Jagakarsa, satu showroom di Pejaten, dan satu galeri di Mampang. Menurutnya, Rumah Sabine membidik kalangan menengah-atas, dengan rentang waktu pengerjaan dua—tiga bulan untuk setiap proyeknya. Namun, Susan juga menerima permintaan klien sesuai dengan budget. “Klien punya berapa, nanti saya sesuaikan,” ujar wanita usia 37 tahun ini. Kini, setidaknya, ada 10 proyek yang ia tangani dalam sebulan. Menurutnya, kunci kesuksesan bisnisnya terletak pada dukungan sang suami. “Kunci keberhasilan bisnis ini adalah berkat inisiatif dan dukungan dari suami tercinta,” tutur Susan yang saat ini sedang disibukkan juga dengan bisnis barunya, yaitu Hijab Sabine

Genset Sebagai Perangkat Penting

Selain desain yang eye catching, perangkat pendukung listrik juga tidak kalah pentingnya. Tak lupa rumah susan juga di lengkapi dengan genset. Desainer yang berasal dari surabaya ini mempercayakan genset rumahnya menggunakan genset dari PT rajawali. Sebagai Supplier Jual Genset Surabaya. PT rajawali menyediakan genset dengan harga termurah dan bergaransi resmi hingga 3 tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *