Ini Alasannya Kenapa Jasa Arsitek Juga Kena Pajak PPH 21

arsitek
Setiap warga negera Republik Indonesia yang sudah berpenghasilan memang diwajibkan untuk membayar pajak setiap bulannya berdasarkan besaran penghasilan yang didapatkannya. Besaran biaya pajak tersebut bisa dibebankan kepada perorangan maupun perusahaan tergantung jenis pekerjaan yang digeluti.
Begitu pula dengan profesi arsitek yang mana mereka juga dibebani biaya pajak, sebagai seseorang yang hendak menggunakan jasa arsitek tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai PPH 21 yang dipotong ketika menggunakan jasa arsitek.

Berbeda dengan profesi tenaga ahli lainnya, untuk profesi arsitek besaran pajak yang dibebankan merupakan jenis Pajak Pusat yang mana akan mencakup beberapa jenis. Diantaranya adalah PPN berdasarkan Pajak Keluaran dan Pajak Masukan yang akan dibayarkan setiap bulan. Selain itu ada pajak PPH 21 yang mana semua beban pajak yang ditangguhkan kepada arsitek akan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.

pajak pph 21 bagi arsitek

Pembayaran wajib pajak memang harus merujuk kepada amnesty pajak yang telah ditentukan oleh pemerintah sebelumnya.  Apabila wajib pajak yang dibayarkan tak mengikuti amnesty pajak atau masih terdapat penghasilan yang belum dibayarkan pajaknya dan harta tersebut belum dilaporkan dalam SPT tahunan maka sebelum dilakukan pemeriksaan masih bisa dilakukan dengan cara melaporkan harta dan penghasilan untuk mengetahui pajak yang akan dibayarkan.

Selain tersebut diatas ada informasi lain yang dihimbaukan oleh Ditjen Pajak kepada seluruh tenaga ahli yang meliputi pengacara, akuntan, dokter, notaris, arsitek, penilai dan akutaris yang mana sejak bulan Januari 2019 seluruh tenaga ahli tersebut akan dikenai perhitungan pajak PPH 21. Untuk perhitungannya adalah sebagai berikut:
– Dasar Pengenaan Pajak – DPP: 50% X Penghasilan Bruto
– PPH 21 : Tarif Pasal 17 x DPP Komulatif

pajak penghasilan arsitek

Namun apabila seorang arsitek belum memiliki NPWP, maka setiap pengguna jasa wajib memotong biaya jasanya sebesar 20% sebagai pajak penghasilannya. Pemotongan tarif jasa tersebut memang lebih tinggi dibandingkan dengan potongan jumlah pajak penghasilan yang dibebankan kepada arsitek.

Nah, itulah tadi perihal pajak PPH 21 yang wajib Anda ketahui ketika menggunakan jasa arsitek. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *