Makna Kandungan Hadits Menutut Ilmu

Makna Kandungan Hadits Menutut Ilmu

Makna Kandungan Hadits Menutut Ilmu

Kita bahas kandungan hadist tentang menuntut ilmu, karena hadist ini sangat penting, tapi banyak dari kaum muslimin yang tidak mengetahuinya dan Jika pun tahu, mereka meremehkan nya, padahal jelas dalam hadist tersebut akan kewajibannya, lalu wajib yang seperti apa?, ins sya Allah itu yang akan kita bahas.

Hadits Wajib Menuntut Ilmu

Bunyi hadist kewajiban menuntut ilmu adalah hadist riwayat Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang berbunyi,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”

Kita sebagai orang awam tidak bisa menafsirkan hadist tersebut hanya melihat artinya saja, tapi kita harus mengikuti tafsir dari ulama kita yang memang mereka ahli di bidang ilmu syar’i.

Ilmu Wajib Di bagi Dua

Bahwa kandungan dari hadist menuntut ilmu tersebut adalah tentang wajibnya kita belajar ilmu agama di bagi menjadi dua, yaitu wajin ain dan wajib kifayah, maksudnya apa?

Pertama Wajib ain atau fardhu ain adalah kewajiban menuntut ilmu untuk kita semua dan tanpa kecuali, mau dia seorang kuli bangunan, mau dia buruh, mau dia direktur, mau dia profesor bahkan seorang presiden pun wajib menuntut ilmu ini, jenis wajib ain adalah ilmu tentang kewajiban kita sebagai seorang muslim seperti ilmu tentang zakat, ilmu tentang sholat, ilmu tauhid dan lain sebagainya.

Intinya adalah mempelajari apa apa yang di wajibkan kepada kita, dan jika kita tidak melakukannya ataupun kita sudah melakukannya tapi tidak sempurna syarat dan rukunnya, maka kita berdosa.

Yang kedua adalah wajib kifayah atau fardhu kifayah, yaitu kewajiban akan gugur jika ada salah satu dari warga suatu daerah menuntut ilmu tentangnya, seperti menuntut ilmu waris, menuntut ilmu hukum haad atau hukum qishas dan pancung, potong tangan dll.

Kewajiban kita adalah menuntut ilmu yang kategori fardhu ain, kuasai dahulu semua ilmu ini, baru kita bisa mempelajari ilmu yang masuk kategori fardhu kifayah.

Hadist Tentang Keutamaan Ilmu

Dalam syariat kita, jika ada perintah wajib maka akan sebanding dengan pahala yang akan kita peroleh, begitupun dengan kewajiban kita menuntut ilmu, dan pahala yang kita dapat tidak tanggung tanggung, yaitu jalan mudah menuju surga. Bunyi hadist nya adalah,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: Barang siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan dirinya jalan menuju surga. hadist dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu [HR. Muslim].

Lagi lagi kita tidak bisa menafsirkan hadist ini, kita ikuti apa kata ulama, berikut ini penjelasan ulama.

Perkataan perjalanan menuju majelis ilmu ada dua pendapat, yaitu kesatu berjalan menuju majelis ilmu seperti pada umumnya berjalan dengan tujuan menuju ke majelis ilmu.

Pendapat kedua adalah semua yang kita lakukan untuk meraih ilmu, tidak hanya mendatangi majelis ilmu tapi bisa dengan mendengarkan kaset ceramah agama, membaca buku agama, menghafal ilmu agama dan menelaah kitab para ulama, bagaimanapun caranya asalkan baik dengan tujuan mempelajari agama bisa di masukan ke dalam makna hadist ini.

Dan perkataan dimudahkan jalan menuju surga, ini juga dibagi dua pendapat, yaitu yang ke satu kita di mudahkan melakukan amal agama dengan benar sehingga kita akan mudah untuk masuk surga, berarti disini yang mendapatkan kemudahan masuk surga adalah orang yang belajar ilmu dan mengamalkannya.
Yang kedua adalah maksudnya akan di beri kemudahan saat kita melintasi shirat sebelum masuk surga.

Sudah tahu akan wajibnya menuntut ilmu agama, dan sudah tahu apa saja keuntungan dari menuntut ilmu agama, maka sekarang adalah tugas kita untuk semangat belajar agama dengan sungguh sungguh agar kita termasuk orang yang akan mendapatkan kemudahan masuk surga.

Sumber artikel: https://penaungu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *